{"id":12615,"date":"2025-03-12T08:25:09","date_gmt":"2025-03-12T01:25:09","guid":{"rendered":"https:\/\/skolla.online\/?p=12615"},"modified":"2025-03-12T08:25:09","modified_gmt":"2025-03-12T01:25:09","slug":"hukum-dalton","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skolla.online\/blog\/mata-pelajaran\/hukum-dalton\/","title":{"rendered":"Hukum Dalton: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hai, Skollamate! Pernahkah kamu mengenal sosok John Dalton? \ud83e\udd14 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jika belum, beliau adalah ilmuan ahli Kimia serta seorang meteorologis yang melahirkan konsep Hukum Dalton pertama kali. Ide mengenai pemikiran Hukum Dalton atau yang dikenal dengan Hukum Perbandingan Berganda, beliau dapatkan dari hasil pengamatan terhadap gas dan senyawa kimia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wow! Ternyata memang sebuah ide itu ada baiknya langsung kita eksekusi, supaya tidak hanya menjadi sekedar buah pemikiran, kemudian hilang begitu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa sih Hukum Dalton itu? Konsep ini merupakan salah satu hukum dasar ilmu Kimia yang sangat penting untuk kamu pahami dan dapat kamu temui saat sedang mempelajari materi mengenai senyawa kimia dan sejenisnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum kamu semakin bingung, ada baiknya kita kupas satu per satu mengenai Hukum Dalton. Artikel kali ini akan menyajikan seputar pengertian, rumus dasar, dan juga contoh-contoh soal beserta pembahasannya yang bisa membantu kamu untuk memahami Hukum Dalton. Yuk, simak baik-baik, ya!<\/span><\/p>\n<h2><strong>Pengertian Hukum Dalton<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">John Dalton (1804), mengemukakan bagaimana hukum perbandingan berganda dapat bekerja. Hukum Dalton memberikan sebuah kesimpulan;\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><em><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApabila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, massa salah satu unsur tersebut tetap atau sama. Maka, perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana.\u201d<\/span><\/em><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hukum Dalton menjelaskan melalui percobaan perbandingan massa unsur yang terdapat pada senyawa karbon dioksida (CO\u2082) dan karbon monoksida (CO<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">). Sebagai contoh, kamu ingin mengetahui berapa perbandingan oksigen dalam suatu senyawa. Jika terdapat empat massa unsur C di dalam CO dan di dalam CO\u2082<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> juga terdapat empat massa unsur C. Bagaimana cara mengetahui perbandingan unsur lainnya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, melalui cara bilangan bulat dan bilangan sederhana, massa unsur O pada CO adalah empat sedangkan massa unsur O pada CO\u2082<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah delapan, maka jika dituliskan menjadi 4:8. Kemudian, angka ini disederhanakan menjadi 1:2. Jadi, perbandingan massa unsur oksigen pada CO dan CO\u2082<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0adalah 1:2.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Rumus Hukum Dalton<\/strong><\/h2>\n<h3><strong>Perbandingan Massa Sederhana<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dua unsur dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka<\/span><\/p>\n<p><strong>Perbandingan Massa Unsur Kedua (B) = m2\/m1<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keterangan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">m<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1 =<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0massa unsur kedua dalam senyawa pertama<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">m<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2 =<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0massa unsur kedua dalam senyawa kedua<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perbandingan massa ini berupa bilangan bulat sederhana<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Prinsip Dasar Hukum Dalton<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dua unsur membentuk lebih dari satu jenis senyawa, perbandingan massa unsur kedua dalam senyawa-senyawa tersebut, dengan massa unsur pertama yang tetap, selalu berupa bilangan bulat sederhana.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Langkah-langkah Menghitung<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan salah satu unsur (unsur pertama) memiliki massa yang sama dalam kedua senyawa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bandingkan massa unsur lainnya (unsur kedua) dalam kedua senyawa.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>Contoh Penggunaan Rumus<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, unsur karbon (C) dan oksigen (O) membentuk karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO\u2082<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">)<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Unsur yang memiliki massa sama dalam kedua senyawa = karbon (C)<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\">Massa oksigen = Dalam CO, jika massa oksigen adalah 4 unit, maka dalam CO\u2082, massa oksigen menjadi 8 unit.<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika salah satu unsur massa sudah sama, maka unsur lainnya adalah menggunakan perbandingan angka ganjil dan genap. CO = 4 dan CO\u2082<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">= 8, kemudian dapat disederhanakan. Kesimpulannya adalah perbandingan massa oksigen dalam karbon monoksida dan karbondioksida adalah 1:2.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mudah, kan?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, sekarang kamu sudah tahu nih, rumus yang diterapkan pada Hukum Dalton. Sepertinya, kurang lengkap, kalau tidak kita eksekusi langsung di latihan soal. Tarik napas sebentar, siapkan alat tempur kamu, dan kita coba jawab latihan soal berikut ini ya, Skollamate.<\/span><\/p>\n<h2><strong>Contoh Soal dan Pembahasan<\/strong><\/h2>\n<p><strong>Soal 1:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari Hukum Dalton, diketahui unsur senyawa-senyawa FeS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, FeS, Fe<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dan Fe<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Tentukan perbandingan massa unsur belerang (S) dalam senyawa-senyawa tersebut, jika massa besi (Fe) disamakan.<\/span><\/p>\n<p><strong>Pembahasan 1:<\/strong><\/p>\n<p><strong>Diketahui:\u00a0<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Senyawa FeS<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, FeS, Fe<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, dan Fe<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Massa Fe (besi) dalam semua senyawa disamakan menggunakan KPK (Kelipatan Persekutuan Kecil).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Langkah-langkah:<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"755\" data-end=\"788\"><strong data-start=\"755\" data-end=\"786\">Samakan Massa Fe<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"789\" data-end=\"905\">\n<li data-start=\"789\" data-end=\"817\"><strong data-start=\"791\" data-end=\"799\">FeS\u2082<\/strong> \u2192 (Fe: 1, S: 2)<\/li>\n<li data-start=\"818\" data-end=\"845\"><strong data-start=\"820\" data-end=\"827\">FeS<\/strong> \u2192 (Fe: 1, S: 1)<\/li>\n<li data-start=\"846\" data-end=\"875\"><strong data-start=\"848\" data-end=\"857\">Fe\u2083S\u2084<\/strong> \u2192 (Fe: 3, S: 4)<\/li>\n<li data-start=\"876\" data-end=\"905\"><strong data-start=\"878\" data-end=\"887\">Fe\u2082S\u2083<\/strong> \u2192 (Fe: 2, S: 3)<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"907\" data-end=\"956\">KPK dari <strong data-start=\"916\" data-end=\"930\">1, 1, 3, 2<\/strong> adalah <strong data-start=\"938\" data-end=\"943\">6<\/strong>\u00a0(jumlah Fe terbesar adalah Fe\u2083S\u2084) sehingga:<\/p>\n<ul data-start=\"957\" data-end=\"1126\">\n<li data-start=\"957\" data-end=\"999\"><strong data-start=\"959\" data-end=\"967\">FeS\u2082<\/strong> dikali <strong data-start=\"975\" data-end=\"980\">6<\/strong> \u2192 (Fe: 6, S: 12)<\/li>\n<li data-start=\"1000\" data-end=\"1040\"><strong data-start=\"1002\" data-end=\"1009\">FeS<\/strong> dikali <strong data-start=\"1017\" data-end=\"1022\">6<\/strong> \u2192 (Fe: 6, S: 6)<\/li>\n<li data-start=\"1041\" data-end=\"1083\"><strong data-start=\"1043\" data-end=\"1052\">Fe\u2083S\u2084<\/strong> dikali <strong data-start=\"1060\" data-end=\"1065\">2<\/strong> \u2192 (Fe: 6, S: 8)<\/li>\n<li data-start=\"1084\" data-end=\"1126\"><strong data-start=\"1086\" data-end=\"1095\">Fe\u2082S\u2083<\/strong> dikali <strong data-start=\"1103\" data-end=\"1108\">3<\/strong> \u2192 (Fe: 6, S: 9)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jadi, hasil perbandingan massa unsur belerang (S) adalah <strong>12:6:8:9<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Soal 2:<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur A dan B membentuk dua senyawa biner AxBy. Senyawa pertama terdiri dari 4 gram A dan 3 gram B. Senyawa kedua terdiri dari 12 gram A dan 4,5 gram B. Berdasarkan data tersebut, tentukan perbandingan massa unsur B pada kedua senyawa dan rumus molekul senyawa kedua.<\/span><\/p>\n<p><strong>Pembahasan 2:<\/strong><\/p>\n<p><strong>Diketahui:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Senyawa pertama AB dan senyawa kedua AxBy<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur pembentuk untuk senyawa pertama adalah 4 gram A dan 3 gram B<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Unsur pembentuk untuk senyawa kedua adalah 12 gram A dan 4,5 gram B<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><strong>A<\/strong><\/td>\n<td><strong>B<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Senyawa pertama<\/strong><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">4<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">3<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Senyawa kedua<\/strong><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">12<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">4,5<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, kita dapat menentukan perubahan unsur senyawa pertama dan kedua untuk menemukan rumus molekul pada senyawa kedua.<\/span><\/p>\n<p>Pertama, samakan massa A. Perhatikan bahwa pada senyawa kedua, massa A 12 g, yang merupakan 3 kali lipat dari senyawa pertama (4 g \u00d7 3 = 12 g). Maka, massa B pada senyawa pertama juga dikalikan 3 untuk dibandingkan dengan senyawa kedua: 3 g \u00d7 3 = 9 g<\/p>\n<p data-start=\"802\" data-end=\"878\">Sekarang, bandingkan dengan massa B di senyawa kedua yang hanya 4,5 g. Perbandingan massa unsur B dalam kedua senyawa: <span class=\"katex-display\"><span class=\"katex\"><span class=\"katex-mathml\">9 : 4,5\u00a0 = 2 :1 sehingga <\/span><\/span><\/span>perbandingan massa B dalam kedua senyawa adalah 2:1.<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga, tentukan rumus molekul senyawa kedua. Kita perlu menentukan perbandingan A dan B dalam senyawa pertama terlebih dahulu.<br data-start=\"1147\" data-end=\"1150\" \/>Senyawa pertama memiliki 4 g A dan 3 g B.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian, g<\/span>unakan perbandingan massa untuk menentukan rumus molekul<\/p>\n<ul data-start=\"1278\" data-end=\"1529\">\n<li data-start=\"1278\" data-end=\"1368\">Senyawa pertama bisa ditulis sebagai A2B3 (karena 4:3 mendekati perbandingan 2:3).<\/li>\n<li data-start=\"1369\" data-end=\"1529\">Karena perbandingan B pada senyawa kedua hanya setengah dari senyawa pertama (2:1), maka rumus molekulnya harus menyesuaikan jumlah B menjadi lebih sedikit.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika senyawa pertama A2B3, maka senyawa kedua dengan perbandingan B lebih kecil menjadi A2B1\u00a0atau cukup A2B. <span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, perbandingan massa unsur B pada kedua senyawa dan rumus molekul senyawa kedua adalah<strong> A<\/strong><\/span><strong>6B3 = A2<\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>B<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/skolla.online\/blog\/hukum-avogadro\/\">Hukum Avogadro: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, tidak terasa ya? Kita sudah mengupas abis penjelasan seputar pengertian, rumus, dan contoh soal dilengkapi pembahasannya dari Hukum Dalton. Bagaimana? Masih kurang nih, contoh soalnya? Semoga dari artikel ini, kamu dapat memahami dengan baik konsep dari Hukum Dalton dan teori dari ilmu kimia lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skollamate, kalau kamu merasa belum puas dengan pembahasan materi dan contoh soal yang kakmin paparkan diatas, yuk belajar di aplikasi Skolla! Jelajahi berbagai materi ilmu kimia dan juga ribuan contoh soal lainnya disana. Kamu juga bisa ikutan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">live class<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Skolla serta beragam fitur konten yang komprehensif, mulai dari pelajaran Fisika, Matematika, hingga Bahasa Inggris yang dapat diakses dengan mudah kapanpun dan dimanapun. Cobain, yuk!\u00a0 Cek aplikasi Skolla sekarang juga <\/span><a href=\"https:\/\/app.skolla.online\/?utm_source=tribunnews&amp;utm_medium=article&amp;utm_campaign=tab\"><span style=\"font-weight: 400;\">di sini.<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai, Skollamate! Pernahkah kamu mengenal sosok John Dalton? \ud83e\udd14 Jika belum, beliau adalah ilmuan ahli Kimia serta seorang meteorologis yang melahirkan konsep Hukum Dalton pertama kali. Ide mengenai pemikiran Hukum Dalton atau yang dikenal dengan Hukum Perbandingan Berganda, beliau dapatkan dari hasil pengamatan terhadap gas dan senyawa kimia. Wow! Ternyata memang sebuah ide itu ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":12627,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[],"class_list":["post-12615","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-mata-pelajaran"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/12615","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/comments?post=12615"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/12615\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media\/12627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media?parent=12615"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/categories?post=12615"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/tags?post=12615"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}