{"id":8439,"date":"2023-09-18T03:12:18","date_gmt":"2023-09-17T20:12:18","guid":{"rendered":"https:\/\/skolla.development-sandbox.site\/lagi-homesick-coba-lakukan-hal-hal-berikut\/"},"modified":"2025-01-09T11:31:54","modified_gmt":"2025-01-09T04:31:54","slug":"lagi-homesick-coba-lakukan-hal-hal-berikut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skolla.online\/blog\/tips-homesick\/","title":{"rendered":"Lagi Homesick? Coba Lakukan Hal-Hal Berikut!"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika sudah lama merantau dan jauh dari kampung halaman, akan ada saat-saat rasa rindu menyerang. Rindu dengan makanan khas, suasana, teman-teman, bahkan keluarga. Perasaan itulah yang disebut dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">homesick<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Homesick <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terjadi kepada seseorang yang memiliki keterikatan secara emosional dengan sesuatu yang dianggap \u201crumah\u201d. Jauh dari \u201crumah\u201d tersebut membuat seseorang merasakan rindu yang amat sangat, bahkan mungkin merasa kesepian. Karena itulah pada artikel ini, Skolla akanmerangkum beberapa hal yang dapat kamu lakukan ketika mengalami perasaan tersebut. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Check it out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">!<\/span><\/p>\n<h2><b>Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Mengatasi <\/b><b><i>Homesick<\/i><\/b><\/h2>\n<h3><strong>1. Sibukkan diri dengan kegiatan bermanfaat<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk mendistraksi diri dari pikiran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">homesick<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Misalnya, mengikuti kegiatan UKM atau organisasi kampus, melakukan hobi, menonton film, atau menyibukkan diri dengan tugas. Selain dapat menjadi distraksi, kegiatan-kegiatan tersebut juga dapat membantumu untuk beradaptasi di lingkungan baru.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Jalin pertemanan di tempat rantau<\/strong><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kangen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan teman-teman di kampung halaman? Itu wajar kok. Tapi, jangan sampai hal tersebut membatasimu untuk berkenalan dengan orang-orang baru. Coba berkenalan dengan beberapa orang di kampus atau di organisasi. Kalau bingung mau ngobrol apa, coba pakai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">template <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pertanyaan &#8220;nama dan asal daerah&#8221;. Nah, dari sini kamu bisa mengembangkan pertanyaan, seperti topik seputar kampung halaman atau saling curhat sesama anak rantau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, di setiap kampus ada komunitas daerah (paguyuban). Kamu juga bisa memulai menjalin pertemanan di sana. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hitung-hitung<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sambil mengobati rindu rumah. Kalau beruntung, kamu bisa dapet jodoh di sana <\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Komunikasi dengan keluarga<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sesekali, berkabarlah dengan keluarga di kampung halaman. Mungkin kamu tidak akan bisa bertemu mereka untuk sementara waktu, tapi tetap bisa berkomunikasi dengan mereka. Kalau kamu menceritakan pengalaman atau hal-hal baru yang kamu temukan di tempat rantau, obrolan dengan keluarga bisa lama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">banget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><strong>4. Kenali lingkungan barumu<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah disebutkan di awal, perasaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">homesick <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">muncul karena adanya ikatan emosional dengan kampung halaman. Nah, salah satu cara untuk mendistraksinya adalah dengan mengenali lingkungan di tempat rantau. Cobalah berjalan-jalan di sekitar tempat tinggalmu, mencicipi makanan khas daerah tersebut, serta tak lupa mengunjungi tempat-tempat wisata di sana. Akan ada hal-hal unik yang mungkin bisa kamu temukan. Dengan begitu, kamu akan merasa lebih dekat dengan tempat rantau dan bisa lebih betah tinggal di sana.<\/span><\/p>\n<h3><strong>5. Cari identitas kampung halaman di tempat rantau<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah berusaha mendistraksi tapi tidak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mempan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Kalau begitu, coba sebaliknya. Ketika rindu dengan kampung halaman, carilah hal-hal yang berkaitan dengan kampung halamanmu, seperti makanan khas atau kesenian. Kamu juga bisa bergabung dengan komunitas daerah (paguyuban) sehingga bisa\u00a0 bercakap-cakap menggunakan bahasa daerah. Dengan begitu, rindu kampung halaman pasti akan terobati.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/skolla.online\/blog\/academic-burnout\">Lagi Capek Belajar? Bisa Jadi Kamu Kena \u201cAcademic Burnout\u201d<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu dia tips-tips untuk kamu yang sedang merantau. Skollamate yang saat ini sedang merantau, semangat ya. Rindu rumah itu wajar, tapi jangan sampai hal tersebut mengganggu keseharianmu di tempat rantau. Ingat, saat ini kamu sedang dalam perjalanan untuk mempelajari dunia yang lebih luas lagi. Yuk, semangat yuk! <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika sudah lama merantau dan jauh dari kampung halaman, akan ada saat-saat rasa rindu menyerang. Rindu dengan makanan khas, suasana, teman-teman, bahkan keluarga. Perasaan itulah yang disebut dengan homesick.\u00a0Homesick terjadi kepada seseorang yang memiliki keterikatan secara emosional dengan sesuatu yang dianggap \u201crumah\u201d. Jauh dari \u201crumah\u201d tersebut membuat seseorang merasakan rindu yang amat sangat, bahkan mungkin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8434,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_angie_page":false,"om_disable_all_campaigns":false,"inline_featured_image":false,"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-8439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-insight"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/8439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/comments?post=8439"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/8439\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media\/8434"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media?parent=8439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/categories?post=8439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/tags?post=8439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}