{"id":8440,"date":"2023-09-21T02:07:52","date_gmt":"2023-09-20T19:07:52","guid":{"rendered":"https:\/\/skolla.development-sandbox.site\/4-teknik-mencatat-yang-tepat-dan-efektif\/"},"modified":"2025-01-09T14:32:13","modified_gmt":"2025-01-09T07:32:13","slug":"4-teknik-mencatat-yang-tepat-dan-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skolla.online\/blog\/teknik-mencatat-efektif\/","title":{"rendered":"4 Teknik Mencatat yang Tepat dan Efektif"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Salah satu metode belajar adalah dengan mencatat. Setidaknya mencatat memiliki dua kelebihan. Pertama, mencatat mampu meningkatkan konsentrasi. Kedua, catatan yang ditulis saat ini akan sangat berguna nantinya untuk mengingat kembali materi pelajaran. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, banyak yang merasa bahwa catatan mereka berantakan, sulit dipahami, atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ngebosenin<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Benar atau betul? Sebenarnya, hal tersebut dapat diatasi dengan teknik mencatat. Tekniknya pun bermacam-macam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">loh. Penasaran? Yuk cek artikel berikut!<\/span><\/p>\n<h2>4 Teknik Mencatat yang Tepat dan Efektif<\/h2>\n<h3><b>Teknik Pertama:<\/b> <b><i>Mind Map<\/i><\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_3648\" aria-describedby=\"caption-attachment-3648\" style=\"width: 230px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3648 size-medium\" src=\"https:\/\/skolla.online\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/mind-map-230x300.jpg\" alt=\"Teknik mencatat mindmap\" width=\"230\" height=\"300\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3648\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: University of Minnesota<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mind map<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau peta pikiran ini menggunakan metode grafik yang terlihat seperti percabangan pohon. Cara mencatatnya dimulai dari satu topik utama kemudian ditambahkan percabangan untuk subtopik dan bercabang lagi untuk poin-poin yang saling berkaitan. Kelebihan metode ini adalah kamu bisa memahami materi dalam \u201csekali lihat\u201d. Metode ini juga cocok digunakan untuk kamu dengan tipe belajar visual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain percabangan, kamu juga bisa menambahkan panah dan simbol untuk menggambarkan hubungan sebab akibat atau keterkaitan antarpoin. Kamu juga bisa mengombinasikan berbagai warna untuk memudahkanmu membedakan tiap topik atau poin bahasan.<\/span><\/p>\n<h3><b>Teknik Kedua: <\/b><b><i>Outline<\/i><\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_3649\" aria-describedby=\"caption-attachment-3649\" style=\"width: 230px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-3649 size-medium\" src=\"https:\/\/skolla.online\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/outline-method-230x300.jpg\" alt=\"Teknik mencatat outline\" width=\"230\" height=\"300\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3649\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: University of Minnesota<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode ini dilakukan dengan mengurutkan dari topik utama. Masing-masing topik kemudian diberi penjelasan. Biasanya, metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outline <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menggunakan poin-poin atau penomoran untuk merapikan catatan. Kelebihan metode ini adalah materi tersusun dengan jelas mulai dari topik utama ke berbagai subtopik serta pembahasannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode ini juga efektif untuk diterapkan jika kamu ingin mencatat melalui laptop atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">smartphone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Aplikasi penulisan, seperti Microsoft Word, sudah memiliki fitur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">point <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">numbered <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk membantu mengorganisir catatanmu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika baru mempraktikkan metode ini, beberapa orang mungkin akan kesulitan mengidentifikasi topik utama suatu materi. Namun itu tidak masalah, teruslah berlatih agar terbiasa. Selain itu, sebaiknya kamu sudah membaca materi sebelum kelas dimulai untuk memudahkanmu mencatat penjelasan guru atau dosen.<\/span><\/p>\n<h3><b>Teknik Ketiga: Cornell<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode Cornell dikembangkan oleh Professor Walter Pauk dari Cornell University pada tahun 1950-an. Format pencatatan dengan teknik ini adalah membagi halaman menjadi 2 kolom dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">header <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">footer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kolom bagian kiri lebih sempit daripada yang kanan. Fungsi dari masing-masing bagian adalah sebagai berikut<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_3647\" aria-describedby=\"caption-attachment-3647\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-3647 size-medium\" src=\"https:\/\/skolla.online\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/cornell-method-300x298.jpg\" alt=\"Teknik mencatat cornell university\" width=\"300\" height=\"298\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3647\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: Cornell University<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Header (Title)<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">header <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">digunakan sebagai tempat untuk menulis judul bab atau topik yang akan dicatat. <em>Header<\/em> juga dapat digunakan untuk menuliskan tanggal catatan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolom kanan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Main Notes\/Key Thoughts)<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian ini berfungsi sebagai tempat untuk menulis catatan. Ingat, selama menulis catatan, biarkan kolom bagian kiri kosong.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kolom kiri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Cue\/Questions)<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kolom ini diisi saat kamu mereviu atau membaca ulang catatanmu. Kamu bisa menulis kata kunci atau pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama kamu mereviu catatanmu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Footer (Summary)<\/span><\/i><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Isi bagian ini dengan rangkuman singkat dari catatanmu.<\/span><\/p>\n<h3><b>Teknik Keempat:<\/b><b><i> Chart<\/i><\/b><\/h3>\n<figure id=\"attachment_3646\" aria-describedby=\"caption-attachment-3646\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3646 size-medium\" src=\"https:\/\/skolla.online\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/chart-method-e1694674435939-300x257.png\" alt=\"Teknik mencatat chart\" width=\"300\" height=\"257\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-3646\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: medium.org<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Metode mencatat ini adalah teknik pencatatan yang menggunakan tabel. Biasanya metode ini digunakan untuk mencatat materi yang memerlukan perbandingan atau persamaan. Metode ini efektif digunakan jika kamu sudah mengetahui topik yang akan kamu tulis serta di dalam topik tersebut terdapat hal-hal yang harus dibandingkan, misalnya perbandingan teori. Metode ini lebih cocok dipakai untuk meringkas catatan yang sudah ada.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/skolla.online\/blog\/teknik-belajar-efektif\">4 Teknik Belajar Efektif Agar Cepat Paham<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu dia beberapa teknik mencatat yang efektif. Kamu bisa memilih salah satunya, tergantung kebutuhan dan kenyamananmu. Tapi ingat, setiap selesai mencatat, usahakan kamu merangkum catatanmu dengan kata-katamu sendiri.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Salah satu metode belajar adalah dengan mencatat. Setidaknya mencatat memiliki dua kelebihan. Pertama, mencatat mampu meningkatkan konsentrasi. Kedua, catatan yang ditulis saat ini akan sangat berguna nantinya untuk mengingat kembali materi pelajaran. Tapi, banyak yang merasa bahwa catatan mereka berantakan, sulit dipahami, atau ngebosenin. Benar atau betul? Sebenarnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8441,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-8440","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-insight"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/8440","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/comments?post=8440"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/8440\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media\/8441"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media?parent=8440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/categories?post=8440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/tags?post=8440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}