{"id":8448,"date":"2023-09-18T06:07:39","date_gmt":"2023-09-17T23:07:39","guid":{"rendered":"https:\/\/skolla.development-sandbox.site\/7-jurusan-kampus-yang-tidak-ada-mata-kuliah-menghitung\/"},"modified":"2025-01-09T11:28:26","modified_gmt":"2025-01-09T04:28:26","slug":"7-jurusan-kampus-yang-tidak-ada-mata-kuliah-menghitung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skolla.online\/blog\/jurusan-tanpa-mata-kuliah-menghitung\/","title":{"rendered":"7 Jurusan Kampus yang Tidak Ada Mata Kuliah Menghitung"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi beberapa siswa, pembelajaran melibatkan perhitungan seringkali dianggap sebagai suatu hal yang sulit dipahami atau bahkan menakutkan. Ketidakpercayaan diri dalam menghadapi mata pelajaran Matematika, misalnya, bisa menjadi penghalang bagi sebagian siswa untuk mengejar jurusan yang membutuhkan pemahaman Matematika. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Untungnya, ada berbagai jurusan di perkuliahan yang tidak memerlukan mata kuliah menghitung sebagai bagian dari Kurikulum Mereka. Berikut adalah 7 jurusan favorit yang cocok bagi kamu yang kurang suka perhitungan beserta rekomendasi perguruan tingginya.<\/span><\/p>\n<h2>7 Jurusan Kampus yang Tidak Ada Mata Kuliah Menghitung<\/h2>\n<h3><strong>1. Bahasa dan Sastra<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam jurusan Bahasa dan Sastra, salah satu hal yang menarik adalah mata kuliah menghitung yang tidak menjadi bagian utama dalam pembelajarannya. Jurusan ini lebih berfokus pada penguasaan bahasa, analisis sastra, dan pengembangan keterampilan menulis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa jurusan ini akan lebih sering terlibat dalam pembacaan dan penafsiran teks, penelitian sastra, dan diskusi literatur. Walaupun mata kuliah yang berhubungan dengan Matematika tidak umum dalam jurusan ini, mahasiswa tetap perlu memiliki kemampuan berpikir analisis dan logis yang kuat untuk menganalisis teks, menafsirkan makna, dan menyusun argumen yang kohesif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa pilihan jurusan Bahasa dan Sastra, antara lain seperti Sastra Inggris, Sastra Indonesia, Sastra Jawa, Sastra Belanda, Sastra Perancis, dan Sastra Jerman. Kalau kamu ingin mengambil studi ini, berikut adalah rekomendasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jurusan Bahasa dan Sastra di Indonesia:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Padjadjaran<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Negeri Malang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Indonesia\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Gadjah Mada\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Diponegoro<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>2. Ilmu Komunikasi<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam jurusan Ilmu Komunikasi, mata kuliah yang berkaitan dengan perhitungan Matematika juga seringkali tidak menjadi bagian utama dari pembelajaran. Jurusan ini lebih berfokus pada pemahaman teori komunikasi, analisis media, komunikasi interpersonal, riset komunikasi, dan keterampilan komunikasi praktis seperti penulisan dan analisis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa Ilmu Komunikasi akan belajar tentang bagaimana sebuah pesan dapat disampaikan, diterima, dan dipahami oleh berbagai audiens. Mereka juga akan memahami dampak media massa, budaya populer, dan dinamika komunikasi dalam masyarakat. Pilihan perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan jurusan Ilmu Komunikasi sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Indonesia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Airlangga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Institut Teknologi Bandung<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Binus University<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Gadjah Mada<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>3. Jurnalistik<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam jurusan Jurnalistik, mata kuliah menghitung tidak menjadi bagian integral dari kurikulum pembelajaran. Jurusan ini lebih berfokus pada pengembangan keterampilan jurnalistik, seperti penulisan berita, peliputan, penyuntingan, dan produksi konten media.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa Jurnalistik akan belajar tentang etika jurnalistik, prinsip berita, dan bagaimana mengkomunikasikan informasi dengan jelas dan efektif. Mereka juga akan memahami peran media massa dalam masyarakat serta berbagai alat komunikasi yang digunakan dalam industri jurnalistik.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kamu ingin masuk di jurusan ini, berikut adalah rekomendasi perguruan tingginya di Indonesia:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Diponegoro<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Padjadjaran<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Pendidikan Indonesia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Politeknik Negeri Jakarta<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Airlangga\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>4. Ilmu Politik dan Pemerintahan<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jurusan ke-4 yang mata kuliahnya tidak ada perhitungan matematika adalah Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan. Jurusan ini lebih berfokus pada pemahaman aspek politik, pemerintahan, kebijakan publik, dan hubungan internasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa Ilmu Politik dan Pemerintahan akan mempelajari teori politik, sistem politik di berbagai negara, dinamika politik dalam masyarakat, dan proses pembuatan kebijakan. Kalau kamu memiliki minat pada jurusan ini, berikut adalah rekomendasi perguruan tinggi terbaik di Indonesia:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Indonesia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Airlangga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Gadjah Mada<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Brawijaya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Padjadjaran<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>5. Filsafat<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jurusan Filsafat merupakan salah satu jurusan yang tidak umumnya memiliki mata kuliah yang berfokus pada perhitungan Matematika. Filsafat lebih berorientasi pada pemerolehan pemahaman mendalam tentang konsep-konsep filosofis, pemikiran kritis, dan analisis teks filosofis. Mahasiswa dalam jurusan ini akan mempelajari sejarah pemikiran filosofis, etika, metafisika, logika, epistemologi, dan berbagai aliran pemikiran filosofis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jurusan Filsafat menekankan pengembangan keterampilan berpikir abstrak, analisis argumen, dan penulisan filosofis yang jelas. Karena itu, jurusan Filsafat dapat menjadi pilihan bagi mereka yang lebih tertarik pada refleksi konseptual dan pemikiran mendalam ketimbang perhitungan matematika. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia dengan jurusan Filsafat sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Indonesia\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Gadjah Mada\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Negeri Yogyakarta\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Katolik parahyangan\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>6. Desain Kreatif Visual<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jurusan Desain Kreatif Visual adalah jurusan yang sangat berorientasi pada pengembangan kreativitas visual, pemahaman mendalam tentang desain estetis, dan ekspresi seni visual. Mahasiswa dalam jurusan ini akan mempelajari sejarah seni, desain grafis, desain produk, desain interior, seni digital, dan berbagai teknik kreatif lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, jurusan Desain Kreatif Visual menekankan pengembangan keterampilan berpikir kreatif, analisis estetika, dan ekspresi visual yang kuat. Jurusan ini dapat menjadi pilihan bagi mereka yang lebih tertarik pada ekspresi visual dan kreativitas ketimbang perhitungan matematika. Beberapa perguruan tinggi di Indonesia dengan jurusan Desain Kreatif Visual sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Institut Teknologi Bandung\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Negeri Sebelas maret<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Telkom University<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Institut Seni Indonesia Yogyakarta<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Negeri Semarang<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>7. Antropologi<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jurusan Antropologi merupakan salah satu jurusan yang mendalami pemahaman tentang manusia dan budaya dengan pendekatan ilmiah. Mahasiswa dalam jurusan ini akan mempelajari berbagai konsep dan teori antropologi, serta teknik penelitian untuk memahami dan menganalisis berbagai aspek kehidupan manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata kuliah dalam jurusan Antropologi mencakup berbagai topik, seperti antropologi budaya, antropologi sosial, antropologi ekonomi, antropologi politik, dan antropologi lingkungan. Mahasiswa juga mempelajari metodologi penelitian antropologi, dan etika penelitian. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa perguruan tinggi di Indonesia dengan jurusan Antropologi sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Gadjah Mada<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Indonesia<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Sebelas Maret\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Diponegoro<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Brawijaya\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/skolla.online\/blog\/mitos-jurusan-hukum\/\">Mitos Jurusan Hukum, Harus Pinter Ngomong?<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wah, ternyata banyak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">banget <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">jurusan yang tidak melibatkan perhitungan Matematika sebagai bagian dari kurikulum mereka. Ini adalah kabar baik bagi kamu yang merasa tidak percaya diri di pelajaran Matematika. Semoga artikel ini bisa membuka wawasan kamu dalam memilih jurusan yang sesuai untuk perkuliahan nanti.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Kalau kamu sedang mencari bimbingan belajar intensif terpercaya bersama mentor profesional di bidangnya,\u00a0Skolla solusinya.\u00a0Skolla\u00a0merupakan platform bimbel\u00a0<i>online<\/i>\u00a0yang bisa membantumu mempersiapkan UTBK SNBT. Dengan banyak fitur interaktif dan ter-<i>update<\/i>, Skolla tidak hanya membantu siswa belajar, tapi juga mengajarkan strategi lulus UTBK. Yuk, intip <a href=\"http:\/\/skolla.online\/sma-utbk\">program bimbingan online Skolla khusus UTBK<\/a>. Terjangkau dan berkualitas, lho!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi beberapa siswa, pembelajaran melibatkan perhitungan seringkali dianggap sebagai suatu hal yang sulit dipahami atau bahkan menakutkan. Ketidakpercayaan diri dalam menghadapi mata pelajaran Matematika, misalnya, bisa menjadi penghalang bagi sebagian siswa untuk mengejar jurusan yang membutuhkan pemahaman Matematika. Untungnya, ada berbagai jurusan di perkuliahan yang tidak memerlukan mata kuliah menghitung sebagai bagian dari Kurikulum Mereka. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8449,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_angie_page":false,"om_disable_all_campaigns":false,"inline_featured_image":false,"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-8448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-masuk-kampus"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/8448","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/comments?post=8448"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/8448\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media\/8449"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media?parent=8448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/categories?post=8448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/tags?post=8448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}