{"id":8524,"date":"2023-10-25T05:19:56","date_gmt":"2023-10-24T22:19:56","guid":{"rendered":"https:\/\/skolla.development-sandbox.site\/social-butterfly-si-ekstrovert-yang-mudah-bergaul\/"},"modified":"2025-01-09T17:21:02","modified_gmt":"2025-01-09T10:21:02","slug":"social-butterfly-si-ekstrovert-yang-mudah-bergaul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skolla.online\/blog\/apa-itu-social-butterfly\/","title":{"rendered":"Social Butterfly, Si Ekstrovert yang Mudah Bergaul"},"content":{"rendered":"<p>Skollamate, apakah kamu orang yang mudah banget bergaul, supel, dan akrab dengan banyak orang tanpa memandang sirkel pertemanan? Kalau iya, berarti kamu adalah orang dengan kepribadian <em>social butterfly,<\/em> nih. Wah, kenapa disebut seperti itu ya? Yuk, simak penjelasannya!<\/p>\n<h2>Apa itu <em>Social Butterfly<\/em>?<\/h2>\n<p><em>Social Butterfly<\/em> adalah istilah untuk seseorang yang aktif bersosialisasi, mudah berbaur, dan memiliki banyak teman. Disebut demikian karena mereka diibaratkan seperti kupu-kupu yang bisa hinggap di berbagai macam bunga. Biasanya mereka memiliki kepribadian ekstrovert yang mengumpulkan energi saat bersama orang lain.<\/p>\n<p>Karena hal itu, mereka\u00a0banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Mereka suka berorganisasi, mengikuti berbagai lomba, atau menghadiri <em>event-event<\/em> sekolah. Pokoknya, aktif banget deh.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3800\" src=\"https:\/\/skolla.online\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/pexels-pixabay-207896.jpg\" alt=\"social butterfly\" width=\"463\" height=\"246\" \/><\/p>\n<h2>Karakteristik Orang dengan Kepribadian <em>Social Butterfly<\/em><\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Ekstrovert<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Menurut William Chopik, seorang psikolog kepribadian dan sosial, salah satu ciri khas <em>social butterfly<\/em> adalah ekstrovert. Hal ini karena mereka suka bersosialisasi, ramah, mudah didekati, dan cenderung banyak bicara.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Karismatik<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Menurut profesor di Baylor College of Medicine, Asim Sah, <em>social butterfly<\/em> punya sisi karismatik tersendiri yang mudah dikagumi oleh orang lain. Ditambah sifatnya yang <em>easy going<\/em> membuat orang lain nyaman berbicara dengan mereka.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Aktif Berbicara<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Para <em>social butterfly<\/em> cenderung lebih aktif dalam sebuah interaksi sosial. Mereka biasanya memulai topik obrolan dan mampu mengimbangi pembicaraan orang lain, bahkan jika tidak sesuai bidang keahliannya.<\/p>\n<h2>Tantangan Orang dengan Kepribadian <em>Social Butterfly<\/em><\/h2>\n<p>Bagi kamu yang punya kepribadian <em>social butterfly<\/em>, mungkin tantangan-tantangan berikut pernah kamu rasakan.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Sulit Membangun Pertemanan yang Intim<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Walaupun jangkauan pertemanannya luas, kamu mungkin kesulitan membangun pertemanan yang akrab dengan orang lain. Hal ini menyebabkan hubungan pertemananmu jadi terkesan dangkal. Meskipun demikian, cobalah untuk lebih akrab dengan setidaknya satu orang. Teman yang akrab tidak akan sungkan untuk saling meminta bantuan. Hal ini tentu akan menguntungkanmu di kemudian hari.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Mudah Bosan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kebersamaan dan kumpul-kumpul bersama teman tidak mungkin terus-menerus dilakukan. Oleh karena itu, <em>social butterfly<\/em> terkadang berhadapan dengan rasa bosan ketika kurang berinteraksi dengan orang lain. Kalau sudah begini, cobalah untuk melakukan hobi lain, misalnya menonton konser, mengunjungi tempat baru, ikut kelas, atau <em>travelling<\/em>.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Manajemen Waktu yang Kurang Baik<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Social butterfly<\/em> suka melakukan aktivitas sosial seperti menghadiri <em>event<\/em> atau mengobrol dengan orang lain sehingga membuat jadwal mereka jadi padat. Terkadang,\u00a0hal ini membuat mereka tidak bisa menghadiri suatu acara tepat waktu\u00a0hingga bisa membuat mereka kelelahan dan jatuh sakit. Karena itu, cobalah untuk mencatat jadwal kegiatanmu dan bagi porsi antara aktivitas sosial dengan waktu istirahat.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <span style=\"color: #3366ff;\"><a style=\"color: #3366ff;\" href=\"https:\/\/skolla.online\/blog\/apa-itu-fomo\/\">FoMO, Rasa Takut Ketinggalan yang Melelahkan<\/a><\/span><\/strong><\/p>\n<p>Apa pun tipe kepribadiannya, masing-masing pasti memiliki kelebihan dan kesulitan tersendiri. Tidak perlu berkecil hati. Jalinlah hubungan yang tulus dengan orang lain, maka kamu akan dikelilingi oleh orang yang tulus kepadamu juga.<\/p>\n<p>Untukmu yang mencari teman belajar (<em>studymate<\/em>), kamu bisa lho mendapatkan teman baru dengan bergabung bersama Komunitas Ambis Circle Skolla. Di sini kamu bisa belajar bareng teman-teman dari seluruh Indonesia secara GRATIS. Yuk <a href=\"https:\/\/mading.skolla.online\/\">daftar<\/a> dan ambis PTN bersama Skolla!<\/p>\n<p><!-- notionvc: cd704016-b967-4962-83aa-b7aa52dcdefb --><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Skollamate, apakah kamu orang yang mudah banget bergaul, supel, dan akrab dengan banyak orang tanpa memandang sirkel pertemanan? Kalau iya, berarti kamu adalah orang dengan kepribadian social butterfly, nih. Wah, kenapa disebut seperti itu ya? Yuk, simak penjelasannya! Apa itu Social Butterfly? Social Butterfly adalah istilah untuk seseorang yang aktif bersosialisasi, mudah berbaur, dan memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8525,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_angie_page":false,"om_disable_all_campaigns":false,"inline_featured_image":false,"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[18],"tags":[],"class_list":["post-8524","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-insight"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/8524","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/comments?post=8524"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/8524\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media\/8525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media?parent=8524"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/categories?post=8524"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/tags?post=8524"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}