{"id":8629,"date":"2023-11-27T10:39:51","date_gmt":"2023-11-27T03:39:51","guid":{"rendered":"https:\/\/skolla.development-sandbox.site\/skolla-softskills-dan-komunitas-tangan-di-atas-tda-nasional-bersatu-tingkatkan-umkm-indonesia\/"},"modified":"2025-01-16T10:32:01","modified_gmt":"2025-01-16T03:32:01","slug":"skolla-softskills-dan-komunitas-tangan-di-atas-tda-nasional-bersatu-tingkatkan-umkm-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skolla.online\/blog\/skolla-komunitas-tangan-di-atas-tda\/","title":{"rendered":"Skolla Softskills dan Komunitas Tangan di Atas (TDA) Nasional Bersatu Tingkatkan UMKM Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada sebuah pepatah tentang menuntut ilmu, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Semangat yang dituangkan dalam pepatah ini telah dikembangkan Skolla Ecosystem, wadah berbagi ilmu dari jenjang sekolah hingga orang tua. Harapannya, Skolla bisa menjadi teman belajar untuk selalu menaikkan level individu manusia, tak peduli berapa pun usianya. Skolla Ecosystem yang menjadi payung Skolla Softskills menjadi salah satu program yang dikembangkan Skolla bagi pembelajar di luar sekolah.<\/span><\/p>\n<p><strong>Indonesia Naik Kelas Melalui UMKM<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Skolla menggandeng Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Nasional yang merupakan komunitas kewirausahaan terbesar di Indonesia dalam kerja sama strategis kewirausahaan sebagai salah satu bagian dari ekosistem pembelajaran Skolla Soft Skills. Visi Komunitas Tangan Di Atas sangat sejalan dengan visi Skolla, yaitu \u201cIndonesia naik kelas\u201d. Anggota komunitas TDA Nasional pun diharapkan bisa menaikkan level bisnisnya hingga sampai ke level korporasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada kerja sama sebelumnya, Skolla telah menggandeng TDA Nasional sebagai Official Community Partner dalam pemberian Beasiswa UMKM Naik Kelas bagi para UMKM dan masyarakat yang terdampak pandemi, seperti korban PHK, pekerja lepas, dan juga UMKM yang ingin memulihkan usahanya pascapandemi. Program yang berjalan mulai dari Agustus hingga Oktober 2023 lalu telah berhasil memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">upgrade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ilmu kepada pelaku UMKM agar bisa menjadi usaha yang bertahan di era digital.<\/span><\/p>\n<p><strong>Penandatanganan MoU Skolla dengan TDA Nasional di Mukernas TDA 8.0<\/strong><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penandatanganan dokumen kerja sama dilaksanakan oleh Presiden TDA 8.0, Bapak Eko Desriyanto, didampingi Direktur Komunikasi &amp; Kerja Sama Eksternal TDA 8.0, Bapak Harlan Purwanto, pada puncak Mukernas TDA 8.0 di Yogyakarta, 1 September 2023 lalu\u00a0 Presiden TDA 8.0 menjelaskan, melalui sinergi kolaborasi sektor swasta dan pemerintah, program TDA akan dibawa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">to the next level<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> guna memberdayakan para pengusaha muda dan berbakat dalam menjalankan usaha mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akbar Tafsili selaku Founding Team dan Executive Partner Skolla menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi yang telah dituangkan dalam Mukernas TDA 8.0, di mana Komunitas TDA akan memfasilitasi 39.000 anggotanya menuju peningkatan level bisnis mulai dari UMKM ke menengah sampai besar. Skolla melalui Skolla Softskills yakin, peningkatan ilmu melalui pelatihan kewirausahaan adalah pondasi untuk mewujudkannya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada sebuah pepatah tentang menuntut ilmu, yaitu tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat. Semangat yang dituangkan dalam pepatah ini telah dikembangkan Skolla Ecosystem, wadah berbagi ilmu dari jenjang sekolah hingga orang tua. Harapannya, Skolla bisa menjadi teman belajar untuk selalu menaikkan level individu manusia, tak peduli berapa pun usianya. Skolla Ecosystem yang menjadi payung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8630,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_angie_page":false,"om_disable_all_campaigns":false,"inline_featured_image":false,"page_builder":"","footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-8629","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-seputar-skolla"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/8629","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/comments?post=8629"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/posts\/8629\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media\/8630"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/media?parent=8629"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/categories?post=8629"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skolla.online\/skolla-wpapi\/wp\/v2\/tags?post=8629"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}