fbpx

FoMO, Rasa Takut Ketinggalan yang Melelahkan

Mungkin Skollamate setidaknya pernah mengalami keinginan untuk tau apa yang sedang dilakukan orang lain atau apa yang dimiliki orang lain. Terkadang, kamu juga ingin mencoba atau ikut memilikinya. Sebenarnya wajar kok, kalau kamu merasa sepenasaran itu. Tapi, kalau sampai mengganggu kegiatan sehari-hari, artinya kamu sedang terkena FoMO nih.

FoMO? Apa itu?

FoMO atau Fear of Missing Out adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan cemas atau tidak enak yang muncul ketika kamu merasa melewatkan sesuatu yang menarik atau penting. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Patrick J. McGinnis di dalam artikelnya yang berjudul “McGinnis’ Two FOs: Social Theory at HBS pada tahun 2004. Sejak itu, penggunaan istilah FoMO semakin banyak digunakan, bahkan masih eksis hingga sekarang.

FoMO biasa terjadi ketika kamu merasa cemas tertinggal berita atau tren terbaru. Bisa juga muncul ketika kamu sering melihat teman-teman atau orang lain terlibat dalam aktivitas yang tampak mengasyikkan. Apalagi dalam era digital seperti sekarang, berbagai aktivitas sangat mudah diabadikan dalam media sosial. Selain itu, kamu juga bisa mengalami FoMO ketika terlalu membanding-bandingkan diri dengan orang lain, entah dalam hal aktivitas atau pengalaman. Nah, kalau sudah mengalami ini, hati-hati ya. Segera sadarkan dirimu!

Dampak Negatif FoMO

FoMO berdampak negatif secara fisik maupun psikis, seperti:

  • Merasa cemas dan stres

Perasaan ingin selalu terlibat dalam setiap aktivitas yang dilakukan orang lain dapat menyebabkan tingkat kecemasan dan stres yang tinggi. Hal ini dapat memicu berbagai masalah lain, seperti insomnia dan depresi.

  • Menurunnya rasa percaya diri

Ketika kamu sering berpikir ‘aku tidak bisa seperti orang lain’ atau ‘aku kurang ini, kurang itu’, lama-kelamaan pikiran akan membuat rasa percaya dirimu jadi rendah. Sederhananya, kamu jadi lebih mudah insecure. Selain itu, terlalu sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain membuat dirimu jadi kurang bersyukur dengan apa yang dimiliki saat ini.

  • Mengganggu produktivitas

Selain karena rasa cemas, kegiatan sehari-hari juga akan terganggu jika kamu terlalu banyak fokus ke media sosial karena takut ketinggalan informasi. Cobalah untuk menjauhkan ponsel ketika sedang beraktivitas agar fokusmu tidak terganggu.

Cara Mengatasi FoMO

  • Batasi waktu scroll medsos

Terlalu banyak membuka medsos membuatmu mudah mengalami FoMO. Sekali-kali, coba jauhkan ponsel dari jangkauan. Kalau perlu, matikan notifikasi medsos. Dengan demikian, lama-lama kamu akan terbiasa untuk menikmati JoMO (joy of missing out) atau santai ketika ketinggalan sesuatu.

  • Ubah fokusmu

Carilah kegiatan yang bermanfaat untuk mengalihkan fokusmu dari hal-hal yang membuatmu FoMO. Misalnya dengan melakukan hobi, seperti menggambar, jalan-jalan, mendengarkan musik, atau nonton film. Lebih bagus lagi kalau kamu menggunakan waktumu untuk belajar.

  • Perbanyak rasa syukur

Daripada terus-menerus ingin seperti orang lain dan ingin mencapai hal yang sama dengan orang lain, lebih baik syukuri apa yang dimiliki saat ini. 

  • Tingkatkan interaksi di dunia nyata

Cobalah untuk banyak berinteraksi dengan orang-orang di sekitarmu, bukan di medsos. Misalnya dengan berjalan-jalan dan rekreasi bersama teman atau ngobrol dan bermain dengan keluarga.

Baca Juga: Mindfulness: Solusi Meredakan Stres

FoMO itu perasaan yang wajar, setiap orang pasti pernah mengalaminya. Tapi ingat, jangan biarkan perasaan itu berlarut-larut, apalagi sampai merugikan diri sendiri dan orang lain. Jika tidak bisa mengatasinya sendiri, jangan ragu untuk membicarakannya dengan orang lain, oke?

Share
Rekomendasi untuk Kamu

Pendaftaran SNBT sebentar lagi! Udah ketemu prodi yang cocok belum,…

Skollamate, pasti kamu sering mendengar istilah “UTBK” dan “SNBT” saat…

PT Teman Satu Skolla (Skolla) berkolaborasi dengan PT Bhumi Visatanda…

Komentar