Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Memilih Jurusan Kuliah!

gambar berisi visual seseorang yang sedang memilih jurusan dengan banyak pilihan di sekitarnya

Buat kamu yang mau lulus SMA dan ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi, udah nentuin pilihan jurusan belum nih? Memilih jurusan kuliah nggak boleh dilakukan sembarangan, lho. Melalui Detik, ahli Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility (IDF), Irene Guntur, menyebutkan bahwa sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia salah jurusan. Wah berarti, memilih jurusan harus dipikirkan secara matang dari jauh hari. Nah, sebelum menentukan jurusan yang kamu inginkan, sebaiknya perhatikan 4 hal berikut ini.

1. Kenali minat dan bakat

Cari tahu apa yang kamu sukai dan apa yang jadi bakat kamu. Jika kamu masih bingung, kamu bisa bertanya pada guru, orang tua, atau teman. Kalau kamu ingin mencoba tes minat bakat, lakukanlah di tempat yang kredibel seperti di biro atau lembaga psikologi.

Jangan asal mengerjakan tes minat bakat di internet. Kalau kamu ingin konsultasi dan melakukan tes minat bakat secara online, kamu bisa lho melakukannya di aplikasi Skolla. Jangan khawatir karena Skolla menyediakan tenaga kerja profesional untuk membantu kamu mengenali minat dan bakat kamu.

Namun ingat, semua itu hanya membantu kamu dalam membuat pertimbangan. Pada akhirnya, hanya kamulah yang bisa mengetahui dan memilih yang terbaik untuk dirimu sendiri. Cobalah luangkan waktu untuk merefleksikan hal ini ya. ๐Ÿ˜‰

2. Riset jurusan

Setelah kamu menentukan pilihan, cari tahu lebih dalam tentang jurusan dan perguruan tinggi yang kamu inginkan. Misalnya, apa saja mata kuliah yang ditawarkan, biaya, hingga prospek kerjanya.

Ilustrasi profesi (Sumber: freepik.com)

Kamu juga bisa mencari gambaran perkuliahan melalui media sosial atau bertanya kepada kakak kelas. Hal ini akan membantu kamu menyesuaikan ekspektasi dan realita terhadap jurusan pilihanmu. Jadi, kemungkinan kamu akan salah jurusan nantinya juga semakin kecil.

Selain itu, jangan hanya terpaku pada satu jurusan saja, apalagi kalau jurusan impianmu punya passing grade yang tinggi. Cari tahu juga jurusan atau kampus alternatif lainnya yang memiliki mata kuliah dan prospek kerja yang mirip dengan pilihan pertama. Setidaknya, jika tidak diterima di pilihan pertama, pilihan kedua juga sudah kamu pertimbangkan dengan matang.

3. Diskusi dengan orang tua

Ini nih yang penting, terutama kalau finansialmu masih didukung oleh orang tua. Jika ada selisih pendapat dengan orang tua, kamu bisa menyiapkan bukti dan fakta tentang jurusan yang kamu pilih untuk memperkuat argumenmu. Jadi, orang tua juga akan lebih yakin dengan pilihan yang kamu buat. No more drama-drama~

4. Jangan ikut-ikutan

Kamu boleh meminta saran kepada teman terkait bakat atau kepribadian yang kamu miliki. Mungkin aja, temanmu bisa melihat potensi yang tidak kamu lihat. Tapi ingat, jadikan itu hanya sebagai pertimbangan. Jangan semata-mata memilih jurusan agar bisa bareng terus sama teman atau pacar, hihi. Pemilihan jurusan akan sangat berdampak kepada pilihan karier serta masa depan kamu, lho. Masa kamu mau mempertaruhkan masa depanmu kepada orang lain? ๐Ÿ˜Ÿ

Baca juga: Kriminologi: Jurusan Langka di Indonesia, Belajar Seputar Kriminal!

Nah, itu dia beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memilih jurusan kuliah. Masih ada beberapa bulan lagi sebelum pendaftaran SNPMB dibuka. Jadi manfaatkan sisa waktu ini untuk semakin mengenali potensi diri kamu ya, Skollamate.

Kalau kamu masih ragu-ragu memilih jurusan, kamu juga bisa lho berkonsultasi secara privat dengan tutor dari Skolla. Nantinya kamu akan mendapatkan rekomendasi jurusan serta kampus berdasarkan minat, bakat, serta nilai-nilai kamu. Jadi peluang kamu untuk diterima bakal semakin besar deh. Yuk daftar sekarang dan nikmati fiturnya di sini!

Share
Rekomendasi untuk Kamu

Ada sebuah pepatah tentang menuntut ilmu, yaitu tuntutlah ilmu dari…

Metode pembelajaran secara daring saat pandemi memberi banyak perubahan setelahnya,…

Gambar berisi foto dan identitas Maya Nur Safana, Alumni Skolla untuk testimoni Skolla bimbel online

Terlalu memaksakan belajar sepertinya bukan kunci sukses Maya Nur Safana,…

Komentar