fbpx

Sejarah Penamaan Ujian Masuk PTN

Ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) saat ini lebih dikenal sebagai Seleksi Nasional Berbasis Tulis (SNBT) dan Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Namun, tahukah kamu, istilah tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan sejarah penamaan ujian masuk PTN loh. Selain perubahan nama, seleksi PTN juga berulang kali mengalami perubahan sistem dan aturan yang berlaku. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut yuk!

Sejarah Penamaan Ujian Masuk PTN

  • SKALU (1976)

SKALU atau Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas pertama kali dilaksanakan pada tahun 1976. Sesuai namanya, ujian tersebut dilaksanakan serentak oleh lima perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Airlangga.

Pada tahun 1979, SKALU berubah menjadi SKASU atau Sekretariat Kerjasama Antar Sepuluh Universitas karena jumlah PTN yang mengikuti seleksi bersama menjadi 10 PTN. Lima PTN yang baru bergabung adalah Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Sumatera Utara.

  • Sipenmaru (1983)

Sipenmaru merupakan singkatan dari Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Sistem ini merupakan lanjutan dari SKALU dan dimulai pada tahun 1983. Jumlah PTN yang mengikuti sistem seleksi ini bertambah semakin banyak.

Pada masa ini pula diperkenalkan sistem penerimaan mahasiswa tanpa memerlukan ujian. Sistem tersebut bernama Penelusuran Minat Bakat dan Kemampuan (PMDK). Sistem ini mirip dengan SNMPTN karena menggunakan jalur raport dan prestasi. Bedanya dengan SNMPTN, PMDK tidak diikuti oleh seluruh PTN sehingga pilihan kampus jadi terbatas.

Oiya, istilah Sipenmaru masih digunakan sampai sekarang lho, tetapi hanya sebatas untuk penerimaan mahasiswa baru di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) saja.

  • UMPTN (1989)

Pada tahun 1989, istilah tes masuk PTN berubah menjadi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Selain perubahan nama, terdapat perubahan sistem ujian pada masa ini. UMPTN pertama kali menerapkan seleksi berdasarkan tiga kelompok ujian, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC). Kalau sekarang, pengelompokan ujian lebih dikenal sebagai kelompok ujian Saintek dan Soshum.

Selain itu, di masa ini sistem PMDK dihapuskan di hampir seluruh PTN, sehingga peluang masuk PTN melalui jalur PMDK semakin tipis.

Fakta menariknya, UMPTN merupakan sistem seleksi PTN yang bertahan paling lama, sampai 13 tahun loh. Tepatnya. dari tahun 1989-2001. UMPTN tidak lagi menjadi seleksi masuk PTN sejak dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Mendiknas Nomor 173/U/2001 tanggal 1 November 2001, yang mencabut ketentuan yang mengatur tentang UMPTN. Melalui SK ini, Kemendiknas memberikan kewenangan kepada setiap PTN untuk menyelenggarakan sistem penerimaannya sendiri-sendiri.

  • SPMB (2002)

Meskipun UMPTN telah dihapus, pada tahun 2002 sebanyak 45 Perguruan Tinggi Negeri sepakat untuk melaksanakan seleksi serentak yang disebut Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Seleksi ini menggunakan sistem yang sama seperti UMPTN. Bedanya, penyelenggara seleksi ini bukanlah pemerintah, melainkan sebuah badan independen bernama Perhimpunan SPMB.

  • SNMPTN dan SBMPTN  (2008)

Mungkin saat ini Skollamate sudah familiar dengan istilah ini ya. Ternyata, istilah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah dipakai sejak tahun 2008. Lahirnya SNMPTN dilatarbelakangi oleh polemik yang terjadi pada sistem SPMB.

Sistem ini terus mengalami perkembangan. Pada tahun 2010, penerimaan mahasiswa baru pada setiap universitas dibagi menjadi 60% jalur seleksi nasional dan 40% jalur seleksi mandiri.

Pada tahun 2011, SNMPTN dibagi menjadi 2 jalur, yaitu jalur undangan dan jalur tulis. Bagi yang tidak lolos jalur undangan, dapat mengikuti seleksi melalui jalur tulis.

Akan tetapi, tahun 2013 SNMPTN hanya untuk jalur undangan saja. Pada jalur tertulis, terdapat istilah baru lagi yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Kuota penerimaan mahasiswa juga berubah. Sebanyak 50% masuk melalui jalur undangan, 30% jalur tulis, dan 20% jalur mandiri. Sistem ini bertahan hingga tahun 2016.

Tahun 2017, kuota tiap jalur masuk mengalami perubahan lagi. Kuota untuk SNMPTN dan SBMPTN minimal 30% serta kuota ujian mandiri maksimal 30%.

Pada tahun 2019, seleksi masuk PTN tidak lagi menggunakan media kertas, tetapi diubah menjadi digital (komputer). Akibatnya, terdapat penambahan istilah baru, yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Seleksi jalur tulis kemudian dikenal sebagai UTBK-SBMPTN.

  • SNBP dan SNBT (2023)

Nah, inilah istilah terbaru untuk seleksi masuk PTN. Per tahun 2023, istilah SNMPTN berubah menjadi SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), sedangkan SBMPTN berubah menjadi SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes).

Kriteria penilaian pada SNBP adalah minimal 50% nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran dan maksimal 50% komponen penggali minat bakat (nilai rapor dari maksimal 2 mata pelajaran pendukung, sertifikat prestasi, dan/atau portofolio). Sedangkan pada SNBT, materi tes tidak lagi mengikutsertakan mata pelajaran, tetapi hanya tes skolastik yang mengukur:

  1. Potensi kognitif
  2. Penalaran matematika
  3. Literasi dalam bahasa Indonesia
  4. Literasi dalam bahasa Inggris

 

Baca juga: 3 Penyebab Terbesar Gagal di UTBK SNBT 2023 dan Cara Menghindarinya

Wah, ternyata panjang juga ya perjalanan sistem masuk PTN ini. Kira-kira, tahun depan bakal ada perubahan atau tidak ya? Sambil nunggu ujian tahun depan, yuk persiapkan dirimu mulai sekarang di aplikasi Skolla. Skolla menyediakan kumpulan latihan soal PAT/PAS, UTBK, hingga Ujian Mandiri yang membantumu menguji tingkat pemahamanmu. Selain itu, Skolla juga memiliki fitur belajar Metaverse yang membuat pengalaman belajarmu jadi lebih nyata dan interaktif. Jadi, tunggu apalagi, yuk gabung menjadi Skollamate sekarang!

Share
Rekomendasi untuk Kamu

Pendaftaran SNBT sebentar lagi! Udah ketemu prodi yang cocok belum,…

Skollamate, pasti kamu sering mendengar istilah “UTBK” dan “SNBT” saat…

PT Teman Satu Skolla (Skolla) berkolaborasi dengan PT Bhumi Visatanda…

Komentar