Tips Menghindari Beban Kelompok

gambar berisi visualisasi dari beban kelompok dengan teks "beban kelompok dilarang masuk!"

Mendapatkan kelompok “anti drama” di sekolah sepertinya untung-untungan. Ada aja orang yang cuek dengan tugas kelompok dan menghilang tanpa kabar. Suka nggak suka, akhirnya anggota yang lain harus rela mengerjakan bagian yang bukan tanggung jawabnya. Perilaku social loafing ini emang nyebelin abis. Tapi tenang! Setelah ciri-cirinya kita sebutkan di artikel sebelumnya, kali ini kita akan membahas penyebab dan tips menghadapi pelaku beban kelompok.

Penyebab Adanya Beban Kelompok

Beban kelompok sejatinya gambaran individu dalam fenomena social loafing (kemalasan sosial).

Dalam psikologi sosial, social loafing (kemalasan sosial) adalah fenomena seseorang yang mengurangi usahanya ketika mengerjakan tugas kelompok daripada saat ia mengerjakan tugas individu. (Karau & Williams)

Dirangkum dari beberapa sumber, ada 6 penyebab mengapa seseorang menjadi beban kelompok dan melakukan social loafing.

  1. Kurangnya rasa tanggung jawab
    Seseorang yang tidak memiliki motivasi dan tanggung jawab dalam kelompok akan malas dan memberikan kontribusi seadanya. Ia berpikir bahwa kelompoknya tidak akan hancur jika tanpa dirinya.
  2. Ketidaksetaraan kontribusi
    Jika seorang anggota kelompok menaruh rasa percaya bahwa tiap orang akan memberikan kontribusi yang tidak sebanyak dirinya, ia akan mengurangi kontribusinya juga. Ia juga akan menganggap tugas tersebut bisa dilakukan dengan maksimal jika diambil oleh rekan kelompok yang lebih berkompeten.
  3. Hilangnya identifikasi diri dalam kelompok
    Dalam kelompok besar, seorang anggota kelompok mungkin merasa kehilangan identifikasi individual dan merasa seperti mereka bukan siapa-siapa. Sehingga biasanya, ia hanya akan menjadi “pemandu sorak” untuk anggota kelompoknya.
  4. Ekspektasi yang salah
    Ketika seseorang merasa hasil pekerjaannya tidak akan diapresiasi dalam kelompok, ia cenderung meminimalkan usahanya. “Buat apa berusaha keras jika ujungnya tidak dihargai?” mungkin inilah yang ada di pikiran mereka.
  5. Keterbatasan peran guru
    Seorang guru biasanya menilai hasil kerja kelompok secara merata dan tidak individual, sehingga siswa bisa “bersembunyi” di balik pencapaian kelompok.
  6. Rasa tidak adil
    Pembagian tugas yang tidak adil dan memberatkan sebagian pihak juga bisa menyebabkan seseorang melakukan hal ini. Bahkan, rasa keberatan ini bisa membuat orang yang tadinya diandalkan bisa menjadi frustasi dan mengurangi kontribusinya juga, lho.

 

meme dengan tulisan semoga si beban kelompok membaca ini aamiin

Tips Menghindari Beban Kelompok

Meskipun tidak bisa dihindari sepenuhnya, beberapa tips di bawah ini bisa kamu lakukan agar mengurangi potensi adanya beban kelompok.

1. Buat Kesepakatan di Awal

Inti dari adanya tugas kelompok adalah kolaborasi aktif setiap anggotanya. Jadi, penting bagi setiap anggota kelompok untuk menentukan kesepakatan yang adil dan merata di awal terbentuknya kelompok.

Kamu bisa bersepakat tentang siapa yang akan memimpin, apa dan kepada siapa aja tugas akan dibebankan, serta bagaimana tiap orang memiliki porsi tugas yang seimbang. Kamu dan kelompokmu bisa membagi tugas berdasarkan kemampuan individu masing-masing. Dengan begini, tidak akan ada orang yang merasa tidak adil atau “bersembunyi” dari tanggung jawabnya.

Bagaimana jika akhirnya tetap ada yang jadi beban?

Jangan dilupakan, konsekuensi juga penting ditentukan di awal. Beritahu apa yang akan terjadi jika salah satu dari anggota tidak mengerjakan tugas dengan maksimal. Misalnya, jika ada anggota kelompok yang tidak mengerjakan, namanya tidak boleh dicantumkan di laporan hasil kerja kelompok.

2. Bangun Hubungan yang Seimbang

Dari dalam diri kita, yakinkan bahwa setiap orang memiliki kontribusi yang sama pentingnya dalam tugas kelompok. Tidak ada yang tertinggal, apalagi diunggulkan. Hindari juga membuat kelompok dalam kelompok.

Apresiasi, keterbukaan, dan saling memberi feedback sangat diperlukan untuk menjalin hubungan yang baik. Meskipun kadang kita nggak enakan, jangan biarkan bibit-bibit beban kelompok bersarang di kelompok kita. Bagaimana pun, sesama anggota harus saling mendukung dan mengingatkan dengan komunikasi yang baik.

meme baku hantam

3. Minta Bantuan Guru

Tidak dapat disangkal bahwa peran orang lain juga sangat dibutuhkan untuk mengontrol kondusifitas kelompok. Kamu bisa meminta bantuan guru dan berpesan agar jumlah dalam kelompok tidak terlalu banyak dan memiliki sistem penilaian yang adil.

Pendapat siswa Skolla tentang beban kelompok
Salah seorang Skollamate membagikan tips yang bisa dilakukan seorang guru dalam mengatasi beban kelompok.

Jika beban kelompok tetap ada, kamu juga sangat berhak melaporkannya pada gurumu setelah kamu & anggota kelompok lainnya menegurnya berkali-kali.

Baca Juga: Mindfulness: Solusi Meredakan Stres

***

Faktanya, kita tidak bisa memilih orang mana saja yang layak masuk dalam kelompok kita. Sehingga, fenomena beban kelompok dan social loafing ini mungkin akan sering kita temukan di mana pun. Oleh sebab itu, pastikanlah dirimu, anggota kelompok lainnya, dan bantuan pihak luar seperti guru saling bekerja sama untuk menyingkirkan perilaku ini, ya!

Share
Rekomendasi untuk Kamu

Ada sebuah pepatah tentang menuntut ilmu, yaitu tuntutlah ilmu dari…

Metode pembelajaran secara daring saat pandemi memberi banyak perubahan setelahnya,…

Gambar berisi foto dan identitas Maya Nur Safana, Alumni Skolla untuk testimoni Skolla bimbel online

Terlalu memaksakan belajar sepertinya bukan kunci sukses Maya Nur Safana,…

Komentar